Tips untuk menjadi Guru Les Privat | Pengalaman Pribadi

Siapa yang sudah menjadi guru les privat sejak tingkat pertama saat kuliah ? siapa yang sudah lulus kuliah yang masih berprofesi sebagai guru les sebagai sampingan atau pekerjaan tetap seperti penulis angkat tangan ? atau siapa yang belum pernah mengajar privat dan ada kepikiran/rencana untuk mengajar atau bahkan berprofesi seperti saya sebagai guru les privat ?

Saya coba untuk menceritakan sedikit pengalaman mengenai profesi saya sebagai pengajar les privat yang datang ke rumah siswa, saya kuliah di universitas negeri jakarta mengambil jurusan matematika program studi pendidikan matematika masuk angkatan tahun 2000, kenapa memilih jurusan matematika ? teringat suatu waktu bertemu teman permainan saat kecil  dahulu estu namanya, ia kuliah di unj jurusan teknik mesin yang bisa membiayai kuliah sendiri dengan cara memberikan les privat matematika maka saya bertekad ingin masuk jurusan matematika agar bisa mandiri seperti dia, ikutlah saya ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN) kala itu pilihan pertama matematika UI dan pilihan ke dua matematika UNJ, alhamdulillah diterima dipilihan ke dua. mengapa matematika bukan yang lain ? saya berfikir karena matematika ada SD, SMP dan SMA pastinya sangat dibutuhkan sekali.

Pertama kali mendapatkan siswa les privat dari kakak kelas untuk mengajar materi UAN SMP saat itu baru semester 2 , jujur karena baru pertama kalinya belajar hari pertama keringat bercucuran bukan karena kepanasan tapi gugup dan takut tidak mengusai materi, murid kedua juga dapat dari kakak kelas mengajar siswa sd kelas 5, ada yang unik dari murid yang kedua ini, berdasarkan informasi sudah ada beberapa guru yang pernah mengajarnya tapi tidak tahan dengan kelakuan anak tersebut, diantaranya karena anaknya tidak sopan dan sulit diatur, tapi alhamdulillah dengan pendekatan yang baik menjadikannya seperti teman ada perubahan tingkah laku.

Murid selanjutnya saya mendapatkan dari lemabaga les privat, pitaloka namanya, pastinya teman-teman unj mengenal lembaga ini yang bertempat di rawa sari, murid ke tiga ini bisa dibilang orang yang berada siwa kelas 3 smp swasta di menteng dan juga  tinggal di kawasan elit menteng, mengajar hari pertama lumayan seram ada anjing herder berukuran besar yang di lepas di halaman, durasi 90 menit 45 menit untuk belajar sisanya cerita, rupanya anaknya memang suka curhat tapi kemampuan akademisnya lumayan.

Murid ke-4 dari lembaga yang sama dapat tugas mengajar di daerah duren sawit, mungkin karena miss understanding yang diminta siswanya guru fisika bukan matematika, pas kebetulan anaknya baru bangun atau dibangunin pembantunya saya di jutekkin selama proses belajar, hehehe nasib…. kesan pertama sudah dijuteki gitu saya bilang ke pengelola lembaganya minta mundur untuk mengajar siswa tersebut

Murid ke-5 dapat dari teman satu angkatan dari jurusan kimia, murid kelas 2 smp theresia tinggal di cibubur, nah dari murid ke-5 ini berkembang lesnya mulai negajar kakaknya juga yang sma, lalu adiknya yang kelas 6 sd yang terus les sampai kelas 3 sma (6 tahun lesnya apa ga bosen tuh), lalu sepupunya minta les juga ada yang lesnya selama 5 tahun , lalu anak teman ibunya juga minta les sejak kelas 6 sd sampai 3 sma. murid les bertambah dari mulut ke mulut sampai teman sekolahnya.Yang dileskan bukan hanya matematika tetapi fisika dan kimia juga awalnya pernah bilang ke murid saya bahwa saya hanya bisa matematika kalau untuk sma , untuk kimia dan fisika silahkan cari guru lain, tapi ia menolak guru lain hanya mau diajar oleh saya, malah saya disuruh belajar fisika dan kimia agar bisa mengajarkannya. yaaa … akhirnya saya bisa mengajar fisika dan kimia

Kalau ditanya berapa sih pengahasilan guru les privat ? tergantung sih berapa jumlah muridnya yang diajar, berapa fee persesi yang diterima kalau cuma 1 murid , 1x seminggu bisa 400 rb – 600 rb, kalau 2 x seminggu yah 800 rb – 1,2 juta perbulan, nah kalau punya 5 murid ? atau 10 murid ?  hitung sendiri yahhhh lumayan buat uang saku 🙂

Apa kesimpulan yang bisa diambil dari sepenggal cerita saya diatas ? bagi rekan-rekan yang akan dan sudah terjun di dunia per-lesprivatan ada beberapa masukan ayang dapat sampaikan diantaranya :

  1. Tingkatkan kemampuan diri, kuasai materi yang diajarkan, misal yang dari jurusan matematika kuasai materi matematika hingga level sma atau bahkan materi ujian masuk ptn, ingat semakin tinggi levelnya maka konpensasinya tinggi. akan lebih baik lagi jika memiliki keahlian ganda seperti kimia dan fisika, begitu pula sebaliknya misal dari jurusan kimia atau fisika selain menguasai materi jurusannya juga bisa mengajarkan materi lain.
  2. memilikilah kemampuan komunikasi yang baik serta teknik mengajar yang bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena kita tahu setiap anak/siswa unik dan punya karakternya masing-masing ada yang pendiam, ada yang suka curcol, ada yang pemalas, ada yang daya tangkapnya cepat, lambat , atau kondisi lain

Untuk 20  tips tambahan saya copas dari http://robsulquiorra.blogspot.com/2012/10/menjadi-guru-les-privat-yang-baik.html sebagai berikut :

1. Kenali latar belakang murid les anda.
Sebelum menerima Job mengajar, tentu kita harus tau lebih dahulu latar belakang si calon murid seperti apa, bersekolah dimana, kelas berapa, tinggal dimana, bagaimana kondisi lingkungan masyarakat, sekolah dan yang terpenting keluarganya. Jika ada salah satu dari hal tersebut yang kurang cocok dengan teman2, lebih baik dipertimbangkan lagi keputusan untuk menerima Job tersebut.

2. Mintalah Kompensasi yang pas.
Tarif guru les zaman sekarang sepertinya telah naik seiring naiknya harga BBM. dengan demikian, patoklah tarif yang sesuai untuk lebih memotivasi teman2 dalam mengajar. jangan sampai teman2 menjadi malas untuk mengajar karena tidak senang dengan kompensasi yang diberikan tiap bulannya.

3. Berbincang
Apa jadinya kalau saat kita mengajar hanya mengerjakan soal saja? saat sebelum atau sesudah mengajar,  ada baiknya kita berbincang2 dahulu pada si anak apa yang dia lakukan hari ini, apakah ada hal yang spesial atau hal yang menarik yang telah si anak lakukan? bahas hal tersebut dan berikan komentar anda.

4. Sabar tetapi tegas
Seringkali si anak mencari hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi anda dalam mengajar, contohnya membalas sms, memegang HP, jalan2 tak jelas, sering ke WC, dll… untuk itu, sebarlah terhadap si anak, sebagai manusia apalagi anak2, pastinya akan ada rasa bosan ketika melakukan suatu rutinitas. bolehkan si anak melakukan hal tersebut, tetapi dengan batasan2 dari anda. misalnya jika dia ingin pergi ke WC, bilang padanya: cepat ! 1 menit saja. 😀

5. Buat sedikit humor
Terus-menerus menjelaskan pelajaran akan membuat panas otak si anak, buatlah sedikit humor yang dapat membuat si anak tertawa untuk melepaskan kerutan di dahinya. humor juga berfungsi agar suasana belajar mengajar tidak kaku. Dalam hal ini, humor juga dapat meningkatkan rasa akrab antara anda sengan si anak.

6. Akrab dengan keluarga si anak
selain akrab dengan si anak, lebih baiknya anda juga harus akrab dengan keluarganya. Ajaklah orang tuanya atau saudaranya ngobrol sesekali jika anda punya waktu luang, atau komunikasikan tentang perkembangan si anak dalam belajar, berikan respon yang positif apabila berbicara kepada mereka. Contoh: jika anda melihat ibu si anak sedang ingin pergi ke pesta, bilang: wah tante cantik hari ini, mau pergi kemana? seketika itu juga anda akan mendapatkan respon yang positif juga. ( saya langsung disuguhi 1 toples biskuit siap saji ), atau sekurang2nya kata2 anda akan membuat senyum di wajah ibunya.

7. Jika berhalangan, segera kabari
Komunikasi sangat penting apabila ada sesuatu yang sebaiknya segera disampaikan. Mintalah nomor telepon rumah atau ponsel orang tuanya, jika si anak sudah dewasa dan mempunyai hp sendiri, lebih baik langsung menghubungi si anak karena terkadang orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga jarang memperhatikan si anak.

8. Perhatikan waktu dalam mengajar
Usahakan dalam ruangan tempat anda mengajar memiliki jam dinding. katakan pada si anak jam berapa anda mulai mengajar, dan jam berapa anda selesai. Ajar si anak menghargai waktu belajarnya. Seimbangkan juga jumlah tugas atau pr yang akan dikerjakan pada hari itu dengan waktu yang masih tersisa. contohnya: apabila waktu mengajar hanya tersisa 10 menit, ada baiknya jangan membahas pelajaran yang sulit dimengerti, ajaklah si anak membaca sekilas tentang pelajaran untuk esok hari.

9. Pujian dan apresiasi
Sewaktu si anak memamerkan nilai dan hasil belajarnya, pujilah dia, kalau perlu berikan hadiah (permen sudah cukup) yang dapat memotivasi si anak untuk mendapatkan nilai yang bagus lagi. sebaliknya apabila anda menemukan nilai2nya yang jelek, katakan pada mereka: “Tidak masalah, ini adalah hasil usahamu yang terbaik, lain kali kita pelajari lebih lagi ya..”

10. Jangan bawa masalah pribadi
Bersikaplah profesional dalam mengajar, jika mood anda sedang tidak bagus pada hari itu, jangan bawa mood tersebut dalam mengajar apalagi sampai marah2 karena alasan tak jelas. Tetaplah tersenyum dan mengajar seperti biasanya.

11. Menjadi Saudara si anak
Jadilah orang terdekat untuk si anak tersebut, dengan begitu akan terjalin suatu hubungan yang baik antara si anak dengan anda. Anda bisa menganggap si anak adalah adik anda atau saudara anda.

12. Sisipi pelajaran dengan games
Apabila si anak mulai malas belajar, buatlah games seru yang kalau bisa ada kaitannya dengan pelajaran, misalnya bermain tebak2an, atau mengisi teka teki silang, mencari letak kota dalam peta, bahkan sampai bermain bingo. Tetapi jangan terlalu sering dilakukan, karena akan menjadi suatu kebiasaan pada si anak.

13. Sesekali keluar dari rutinitas.
Jika si anak esok harinya libur dan tidak memiliki tugas yang harus dikerjakan, maka ajarlah dia pengetahuan-pengetahuan umum seperti belajar komputer atau pergi ke museum, bisa juga ajak si anak membeli barang kebutuhan sekolahnya.

14. Berikan hadiah kejutan
Jika anda punya uang lebih sedikit saja, belikanlah sedikit hadiah yang dapat membuat si anak senang dengan anda. contohnya apabila anda melihat kotak pensilnya telah sobek2, belikanlah yang baru. tapi ingat, sesuaikan hadiah dengan sisa uang anda.

15. Alihkan ceritanya
Saat mengajar, si anak pastinya pernah atau bahkan hampir setiap hari memiliki cerita untuk diberitahukan kepada anda. entah itu tentang peristiwa di sekolah, tentang game, atau tentang masalahnya. berikan tanggapan yang memancing dia untuk bercerita lebih lanjut mengenai pokok ceritanya, setelah itu langsung arahkan si anak untuk belajar. Cara ini efektif untuk membuat si anak tidak bisa bercerita lagi karena inti ceritanya sudah dia katakan dan langsung fokus untuk belajar.
contoh :
anak : hari ini aku sebel
anda : kenapa?
anak : tadi dihukum guru lari di lapangan
anda : mengapa?
anda : soalnya guru bilang aku ribut sih, padahal bukan aku yang ribut. tuh sebelahku yang banyak omong     bah, malah aku yang kena omel, udah itu dihukum lagi, untung saja teman aku juga kena hukum. tapi kok aku juga kena sih..! ukh..
anda : Oooh.. trus?
anak : ya gitu deh..
anda : siip, yuk lanjut baca!

16. Jangan terlalu jujur
Ada kalanya anda harus berkata bohong apabila itu diperlukan, katakanlah hal-hal yang positif yang dapat memancing si anak untuk belajar. contoh: apabila si anak bertanya tentang prestasi anda semasa di sekolah, jawab saja pernah juara, ikut lomba ini itu. dengan begitu akan memancing si anak untuk berprestasi seperti anda. contoh lain apabila si anak ingin meminjam hp anda untuk bermain game, bilang saja anda tidak membawa hp atau hp anda tidak ada game nya. karena apabila anda menjawabnya dengan jujur, si anak tidak akan fokus dalam belajar.

17. Jangan Tunda PR
Jika ada tugas yang diberikan pada hari itu, kerjakan pada hari itu juga. hal ini dimaksudkan untuk menghindari pr dan tugas yang menumpuk, jajak si anak untuk mengerjakannya lebih dahulu. Jangan sampai besok kumpulkan tugas, hari ini baru kerjakan. ini akan menyusahkan anda apabila ada pr lain pada hari itu. bisa-bisa tidak selesai semua.

18. Selalu perhatikan buku agenda
Jika si anak punya buku agenda, catatan atau buku komunikasi dengan guru, periksalah tiap hari jikalau ada hal-hal yang harus diperhatikan. misalnya jika ada ulangan pada hari tertentu, ada pengumuman, bahkan hukuman dari guru.

19. Berikan waktu ekstra
Jika dalam waktu normal masih belum cukup untuk membahas dan menyelesaikan segala tugasnya, berikanlah waktu tambahan sekitar 15 menit untuknya belajar, atau bisa juga mengisi waktu libur anda untuk mengajar di hari sabtu dan minggu. ( anda bisa saja mendapat tambahan kompensasi )

20. Tulus
Ya namanya mengajar tentu untuk membagi ilmu kan.. mengajarlah dengan tulus untuk satu tujuan, yaitu membuat murid anda menjadi pintar dan berprestasi, tidak hanya demi mendapatkan uang. Ingat, sebagai guru les privat, anda memiliki tanggung jawab penuh terhadap hasil belajar si anak.